A monochromic person.

Writing has never been easy

Aaaa. I don’t know what to say about this. 

Kayaknya saya harus belajar banyak dan menjadi blogwalker yang paham betul caranya menulis. Beberapa tulisan yang telah tertulis kemudian dengan sendirinya saya hapus kembali. Mungkin ya karena terlalu banyak memikirkan apakah tulisan saya ini bagus atau tidak. Hmm, menulis itu [tidak] gampang. Gampang sih nulis, nulis yang bagus itu yang susah. Perlu latihan. Ya, gak semuanya kan tulisan itu langsung bagus. Toh, penulis novel terkenal pun juga sering ditolak oleh penerbit di masa-masa awalnya. 

Coba search di google atau search engine lainnya, dengan keywords “menulis itu gampang” dan “menulis itu susah”. Lebih banyakan yang mana ya? Haha. Anyway, sebenarnya kalo setelah kita baca-baca blog orang lain biasanya semangat untuk menulis pasti ada. Nah, sometimes i think what i should write it for? For myself, for someone, ataupun for-for yang lainnya. Kebanyakan sih dari blogger ada yang menulis untuk mengekspresikan dirinya, ada juga yang sering buat tugas terus diupload sebagai referensi. Atau sekedar untuk melampiaskan kegalauan nun jauh disana. Haha. 

Ngeeeng. Back to the point. Writing has never been easy. Kadang kita sih gak perlu mikir untuk nulis yang bagus, cukup qwerty-kan semua itu dan biarkan mengalir apa adanya. Nah seperti yang saya lakukan sekarang ini.   Menulis dengan cepat itu perlu sih, nah kadang dengan menulis cepat itulah inspirasi atau kalimat-kalimat penyambung akan terus ada dan tidak terlupa. Jadi kadang ada tuh orang yang nulis notes duluan untuk apa yang mau ditulis, baik itu secara garis besarnya aja ataupun ada yang nulis di kertas panjang lebar dulu baru ditulis ulang ke blog.

Lantas, seberapa pengaruh sih tempat atau lokasi kita menulis tersebut? Waktunya? Apakah mesti waktu kamu lagi di tempat yang indah, keren, disamping laut. Atau kita sedang berada disuatu tempat jauh dari keramaian, tenang, hanya ada ombak atau gemericik air, semilir angin berhembus, deru nafas, atau suara-suara alam yang menyemangati. Atau di tengah malam yang sunyi senyap, dibawah sinar lampu belajar ? Atau di suara lolongan malam yang menyepi. Ah, itu bisa saja.

Selain itu, saya menemukan salah satu trik menulis bagi saya sendiri saat ini adalah : “jangan menulis jika ingin menyamakan sebagus tulisan  orang lain, ataupun kamu lagi ingin menulis sedangkan di dalam pikiran kamu itu yang ada adalah tulisan orang lain, atau kamu baru menulis jika melihat tulisan orang lain”. Hal tersebut memang terjadi, terutama bagi saya sendiri. Kesulitan untuk menulis jika saya melihat atau membaca blog orang lain. Jadilah diri sendiri. Ataupun apakah anda tertarik dengan tema-tema yang orang lain gunakan? Apakah anda ingin menggunakannya juga? Jangan. Biarlah tema kita ini sesederhana ini, atau sebiasa sekalipun. Biarlah anda menulis terlebih dahulu. Biarlah. 

Tema blog memang penting, supaya membuatnya lebih tertarik, lebih mudah dibaca dan juga menginspirasikan apa yang ingin kita baca. Tetapi terkadang kita tidak sadar bahwa dengan itu kita telah membatasi dan memplot daerah-daerah imajinasi tulisan kita sendiri. Kenapa. Memang kita harus menulis ketika anda menulis. Bahkan terkadang trik yang saya pakai dengan menulis beberapa poin yang ingin saya tulispun tidak berhasil. Kenapa karena saya tidak menulis ketika imajinasi dan isi yang ingin saya ungkapkan tersebut keluar dengan membabi-buta. Seringkah?

Di lain itu, saya juga tidak ingin membaca bagian-bagian atau paragraf sebelum tulisan saya ini sampai ke kalimat ini. Biarlah. Jangan terlalu menganalisa terlebih dahulu. Biarkan.

Kadang inspirasi itu datang ketika kita sedang menulis menggebu-gebu. Kita sendiri yang bisa melebarluaskan daerah-daerah tulisan tersebut.

Sampai disini dulu. Saya telah berhenti di postingan ini, karena saya baru melihat tulisan/paragraf sebelumnya. Itu hal yang harus saya hindari. 

Selamat siang.

You don’t have to react.

What do you do when confronted? When someone calls whom you’d rather not hear from? When you disagree with someone? When your financial picture changes abruptly? When your car breaks down? What do you do? How do you feel? Do you react? Do you lose control somewhere inside to the point of not feeling well? Have you noticed you get triggered by certain things or people and not by others? Have you considered that you’re choosing to react this way? And at such a pace that one bad thing swells into several and everything seems hopeless? And that all of this swells up in a split second?

You don’t have to react.

These five words were given to me as a gift from one of my teachers at a time in my life that I definitely needed to hear it. I would recommend the same to you. Which is to post these five words where you will come into contact with them most over the course of the next month. Put a sticky note on your desktop, on your steering wheel, on your mirror, on your clock radio, on your refrigerator.

You don’t have to react.

Realize that you’re being given an opportunity with each confrontation, test, question, and challenge.

Start by getting to know which things “get” you. Be specific. Which person? Which place? At what time of day? After working a certain number of hours? Next, when the trigger finds you and before you react, simply stop everything in your mind and body for two seconds. Breathe one complete, deep breath, and instead of reacting like a mousetrap flying into the same destructive action you’re so very use to, wholeheartedly respond to what you’ve been given with your whole being.

You don’t have to react.

This will take practice. Keep this practice up for a month.

In a short time, you will give less power to those triggers and transfer more power to your self and your will.

This doesn’t mean go out of your way to avoid answering the phone or talking to certain people, but as you practice this, your nervous energy will solidify into something not so easily manipulated by the outside world. Good luck, and see if you can even have fun in getting stronger and feeling better.

You don’t have to react.

Jason Moskovitz
http://www.positivelypositive.com/2013/04/23/you-dont-have-to-react/

"It doesn’t matter what other people think. It matters what you believe for yourself. This is critical and not to be overlooked, especially in times of uncertainty (which comes up any time you create or make a change). It’s worthwhile noting that the words “diving in” may have a different meaning for each of us. For some, they may mean changing jobs to a new industry, and for others, the words may simply mean putting together your resume. For some, diving in will mean walking one mile, and for others, it will mean running a marathon or fifty-two! The most important part is to get started with a step that resonates with your heart and your truth NOW rather than later.
"

― Alissa Finerman ―

#SaveOrangUtan

image

iloveaceh :

RESPECT > Save Them and Save Forest | #SaveOrangUtan (Ilustrated by @dhianputra).

A very great illustration. Would be greater if have this on your t-shirt.